Puasa, Busway & Pingsan

Barangkali ada yg merasa aneh pas membaca judul artikel diatas. Apa hubungannya coba …!!!!!

Setiap bulan Ramadhan,  kemacetan di Jakarta bertambah parah, terutama pada saat jam pulang kantor. Semua orang berlomba2 untuk pulang tepat waktu, jam 16.00, dengan harapan bisa buka puasa bersama dengan keluarga tercinta di rumah.

Disaat seperti ini, kehadiran Busway sangat diperlukan. Busway jadi primadona pengguna angkutan umum. Tiap pulang kantor, hampir semua shelter penuh dengan pengguna busway & bisa dipastikan setiap kali busway datang sudah dalam kondisi penuh sesak. Tapi kondisi ini lebih baik daripada naik angkutan umum lain, yg dijamin kena macet.

Kemarin sore, seperti biasa pulang dari kantor tepat jam 16.00 & antri di shelter Kuningan Setiabudi persis depan kampus Perbanas/Kedutaan Australia. Sudah banyak penumpang yang antri untuk tujuan ke Ragunan , alhamdulillah setelah 3 bis lewat baru bisa naik.

Kondisi didalam bis sama juga, penumpang berjubel. Sampai shelter Kuningan Timur (perempatan Gatsu, Kuningan, Mampang) kondisi masih amaan2 saja. Pas di shelter Mampang tiba2, mas kernetnya jatuh & hampir pingsan. Rupanya mas tersebut kecapaian, ditengah kondisi berpuasa & mesti berdiri terus pulang pergi Ragunan – Dukuh Atas, Dukuh Atas – Ragunan. Setelah istirahat sebentar, Alhamdulillah masnya ga apa,  dia diberi tempat duduk oleh penumpang lain tuk tiduran. Sedangkan yang jadi kernet tuk sementara diambil alih oleh petugas jaga buka tutup portal di jalur busway.

Alhamdulillah bisa sampai rumah jam 17.00.